UINFASBengkulu — Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu memperkuat komitmennya dalam mendorong kepemimpinan ulama perempuan, memperjuangkan keadilan gender, serta meningkatkan ketahanan keluarga melalui kolaborasi strategis bersama Perkumpulan ALIMAT. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelatihan kepemimpinan ulama perempuan dan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di Gedung Student Center UIN FAS Bengkulu, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Rektor UIN FAS Bengkulu, Prof. Dr. Khairudin, M.Ag., ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan organisasi masyarakat dalam mengembangkan pengetahuan, meningkatkan kapasitas kepemimpinan perempuan, serta mendorong terwujudnya masyarakat yang adil, inklusif, dan berdaya.
Dalam sambutannya, Rektor UIN FAS Bengkulu, Prof. Dr. Khairudin, M.Ag., menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam membangun kolaborasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, termasuk dalam penguatan kapasitas perempuan dan ketahanan keluarga.




“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata dalam menjawab persoalan sosial dan kemasyarakatan. Melalui kolaborasi dengan ALIMAT, kami berharap lahir gagasan, penelitian, dan program pemberdayaan yang mampu memperkuat kepemimpinan ulama perempuan serta mendorong terwujudnya keluarga yang adil, harmonis, dan berdaya,” ujar Khairudin.
Kegiatan ini turut dihadiri peserta dari berbagai unsur. Ketua Perkumpulan ALIMAT, Iklilah Muzayyanah, menyampaikan sambutan secara daring. Kehadiran ALIMAT dalam kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari upaya memperluas jejaring gerakan ulama perempuan serta memperkuat kontribusinya dalam merespons berbagai persoalan keagamaan, sosial, perempuan, anak, dan keluarga.
Dalam sambutannya, Iklilah Muzayyanah menekankan pentingnya penguatan kapasitas dan jejaring ulama perempuan agar mampu berkontribusi secara aktif dalam kehidupan masyarakat.
“Penguatan kepemimpinan ulama perempuan merupakan bagian penting dari upaya menghadirkan pemahaman keagamaan yang berkeadilan dan berorientasi pada kemaslahatan. Melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, kami berharap semakin banyak lahir perempuan yang memiliki kapasitas keilmuan, keberanian menyuarakan keadilan, serta kemampuan menghadirkan solusi bagi persoalan perempuan, anak, dan keluarga,” ungkap Muzayyanah.
Selain pelatihan, kegiatan ini ditandai dengan penandatanganan MoU antara UIN FAS Bengkulu dan Perkumpulan ALIMAT, serta perjanjian kerja sama antara Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN FAS Bengkulu dan Perkumpulan ALIMAT.
Kerja sama tersebut mencakup kolaborasi penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan kapasitas, serta pemberdayaan masyarakat dalam rangka memperkuat keadilan dan ketahanan keluarga. Kemitraan ini juga membuka peluang pengembangan kajian akademik, peningkatan kapasitas dosen, peneliti, mahasiswa, dan komunitas, serta publikasi dan penyebarluasan pengetahuan mengenai isu perempuan, anak, dan keluarga.
Pelatihan yang berlangsung pada 21–23 Oktober 2026 ini berfokus pada penguatan kapasitas kepemimpinan ulama perempuan, pemahaman sejarah dan perkembangan gerakan ulama perempuan di Indonesia, serta pengembangan jejaring berbasis keadilan gender dan kemaslahatan perempuan dan anak.
Para peserta juga didorong untuk menyusun rencana tindak lanjut yang konkret agar pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan dalam lingkungan masing-masing. Selain itu, peserta diarahkan untuk menghasilkan tulisan populer mengenai isu perempuan sebagai bagian dari upaya memperluas literasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat.
Melalui kemitraan ini, UIN FAS Bengkulu dan ALIMAT diharapkan mampu membangun kolaborasi berkelanjutan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, penguatan peran ulama perempuan, dan pemberdayaan masyarakat. Sinergi tersebut sekaligus menjadi wujud komitmen UIN FAS Bengkulu untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang responsif terhadap persoalan sosial serta berkontribusi dalam membangun keluarga dan masyarakat yang lebih adil, tangguh, dan sejahtera.

