You are currently viewing UIN FAS Bengkulu Dorong Kampus Inklusif dan Harmonis melalui Kuliah Umum Kurikulum Berbasis Cinta

UIN FAS Bengkulu Dorong Kampus Inklusif dan Harmonis melalui Kuliah Umum Kurikulum Berbasis Cinta

UINFASBengkulu — UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu terus memperkuat komitmen dalam membangun lingkungan pendidikan yang inklusif, harmonis, dan berkeadaban melalui penerapan Kurikulum Berbasis Cinta dan Moderasi Beragama. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Kuliah Umum MKWU Studi Islam bertema “Kurikulum Berbasis Cinta & Moderasi Beragama: Membangun Kampus yang Inklusif, Harmonis, dan Berkeadaban”, Rabu (7/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Kuliah Terpadu UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, menghadirkan Dr. H. Muhammad Sukrianto, M.Pd., Analis Kebijakan Ahli Madya sekaligus Ketua Tim Kerukunan Umat Beragama Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, sebagai narasumber. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan wawasan dan pemahaman mahasiswa mengenai Kurikulum Berbasis Cinta dan Moderasi Beragama.

Ketua Konsorsium MKWU Studi Islam, H. Ahmad Farhan, S.S., M.S.I., Ph.D., turut menjadi bagian penting dalam penguatan pelaksanaan kegiatan tersebut. Kuliah umum ini menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami bahwa pendidikan tidak semata-mata berorientasi pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter, kepribadian, akhlak, dan kepedulian terhadap sesama.

Dalam materi yang disampaikan, Dr. Muhammad Sukrianto menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta menempatkan kasih sayang, penghormatan terhadap martabat manusia, kepedulian, dan akhlak sebagai bagian penting dalam proses pendidikan. Pendekatan ini diarahkan untuk melahirkan mahasiswa yang cerdas, berkarakter, berempati, serta mampu hidup berdampingan dalam keberagaman.

Menurut materi kuliah umum tersebut, kehidupan kampus merupakan ruang yang mempertemukan mahasiswa dengan beragam latar belakang agama, budaya, suku, pandangan, dan pengalaman. Karena itu, lingkungan pendidikan perlu menjadi ruang yang aman, nyaman, bermakna, dan mampu memanusiakan manusia.

Selain Kurikulum Berbasis Cinta, mahasiswa juga diperkenalkan dengan prinsip Moderasi Beragama. Moderasi beragama ditekankan sebagai cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama dengan mengedepankan keseimbangan, keadilan, serta penghormatan terhadap perbedaan.

Empat indikator utama moderasi beragama yang disampaikan meliputi komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, dan penghargaan terhadap tradisi atau budaya yang selaras dengan nilai agama.

Dalam konteks kehidupan kampus, mahasiswa didorong untuk teguh dalam keyakinan sekaligus menghormati keyakinan orang lain, tidak memaksakan pandangan, menolak kekerasan atas nama agama, serta membangun dialog dan kerja sama. Prinsip tersebut dirangkum dalam pesan “Teguh dalam keyakinan, santun dalam perbedaan.”

Mahasiswa juga didorong menjadi duta moderasi dengan menjadi teladan dalam toleransi, menjadi jembatan di tengah perbedaan, menolak ujaran kebencian dan kekerasan, menggunakan media sosial secara bijak, serta membangun kolaborasi lintas agama, budaya, dan organisasi.

Implementasi nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan kampus, seperti berdialog ketika terjadi perbedaan pendapat, menghormati perbedaan agama, berkolaborasi meskipun berbeda organisasi, menyelesaikan konflik melalui mediasi, serta melakukan tabayun sebelum menyebarkan informasi di media sosial.

Melalui kuliah umum ini, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu menegaskan bahwa kampus bukan hanya tempat menuntut ilmu, tetapi juga ruang untuk belajar mencintai, menghargai, dan memuliakan sesama. Nilai tersebut diharapkan mampu membentuk mahasiswa yang berilmu, berakhlak, toleran, dan peduli, sehingga pada akhirnya turut mewujudkan kampus yang inklusif dan harmonis serta Indonesia yang damai dan berkeadaban.