You are currently viewing UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Gelar Seminar Nasional Transformasi Beasiswa KIP dan Sosialisasi Riset MORA, Perkuat SDM Unggul Berdaya Saing

UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Gelar Seminar Nasional Transformasi Beasiswa KIP dan Sosialisasi Riset MORA, Perkuat SDM Unggul Berdaya Saing

UINFASBengkulu – Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penyelenggaraan Seminar Nasional Transformasi Program Beasiswa KIP dan Sosialisasi Riset MORA sebagai Pilar Penguatan SDM Unggul, Kompetitif, dan Berintegritas. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu pada Jumat (31/7/2026) ini diikuti oleh pimpinan universitas, dekan, direktur pascasarjana, ketua lembaga, kepala UPT, kepala pusat, kaprodi, dosen penerima hibah penelitian dan proposal yang lolos administrasi MORA Tahun 2026, serta 200 mahasiswa penerima Beasiswa KIP.

Seminar nasional menghadirkan narasumber Dr. Rochman Basori, S.Ag., M.Ag., Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA) Kementerian Agama Republik Indonesia, serta Hendro Dwi Antoro, S.H., C.Med., Ketua Tim Kerja Investasi, Kerja Sama, dan Riset. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat pemahaman mengenai transformasi pengelolaan Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) sekaligus meningkatkan kualitas riset melalui program MORA di lingkungan perguruan tinggi keagamaan.

Rektor UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Prof. Dr. Khairuddin, M.Ag., mengatakan bahwa seminar nasional ini merupakan bagian dari upaya kampus dalam membangun ekosistem akademik yang unggul, adaptif, dan berintegritas.

“Transformasi pengelolaan Beasiswa KIP dan penguatan budaya riset merupakan dua instrumen penting dalam mewujudkan perguruan tinggi yang berkualitas. Melalui seminar ini, kami ingin memastikan bahwa mahasiswa penerima beasiswa tidak hanya memperoleh dukungan finansial, tetapi juga memiliki prestasi akademik, karakter yang kuat, serta mampu menjadi agen perubahan. Di sisi lain, dosen didorong untuk terus meningkatkan kualitas penelitian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan bangsa,” ujar Prof. Khairuddin.

Menurut Rektor, kehadiran narasumber dari Kementerian Agama RI memberikan wawasan sekaligus penguatan kebijakan yang sangat dibutuhkan sivitas akademika dalam menghadapi dinamika pendidikan tinggi yang semakin kompetitif.

Sementara itu, Dr. Rochman Basori, S.Ag., M.Ag., menegaskan bahwa Program Beasiswa KIP bukan sekadar bantuan biaya pendidikan, tetapi merupakan investasi negara dalam menyiapkan generasi unggul Indonesia.

“Mahasiswa penerima Beasiswa KIP harus mampu menunjukkan prestasi, menjaga integritas, serta menyelesaikan studinya tepat waktu. Beasiswa ini merupakan amanah negara yang harus dijawab dengan semangat belajar, kepemimpinan, dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Begitu pula dengan program riset MORA yang harus menghasilkan inovasi dan solusi atas berbagai persoalan bangsa,” ungkap Rochman Basori.

Ia juga mengajak para dosen untuk memanfaatkan program riset MORA sebagai wadah menghasilkan penelitian yang berkualitas, berdampak, dan mampu meningkatkan daya saing perguruan tinggi keagamaan di tingkat nasional maupun internasional.

Melalui seminar nasional ini, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu menegaskan komitmennya untuk terus mendukung transformasi pendidikan tinggi melalui penguatan tata kelola Beasiswa KIP, peningkatan kualitas riset, serta pembangunan sumber daya manusia yang unggul, kompetitif, dan berintegritas sebagai bagian dari kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.