UINFASBengkulu – Komitmen Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu dalam memperkuat jejaring akademik internasional kembali mendapat pengakuan. Kampus ini menerima kunjungan akademisi terkemuka Asia Tenggara, Prof. Dr. Maria Serena I. Diokno, akademisi dari University of the Philippines, 10th Chairperson National Historical Commission of the Philippines, sekaligus President of the Southeast Asian Studies Regional Exchange Program (SEASREP) Foundation, di Ruang Rektor UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Jumat (10/7/2026).
Prof. Maria Serena I. Diokno hadir didampingi Ketua Pusat Studi ASEAN UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Dr. Reko Serasi, M.A., dan Sekretaris Pusat Studi ASEAN, M. Arif Rahman Hakim, Ph.D. Kehadiran rombongan disambut langsung oleh Rektor UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Prof. Dr. Khairudin, M.Ag.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Grant Proposal Writing Workshop, yaitu pelatihan penyusunan proposal hibah penelitian bagi dosen, alumni, dan mahasiswa UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya meningkatkan kapasitas akademik sivitas akademika agar mampu bersaing memperoleh pendanaan riset di tingkat nasional maupun internasional.
Selain menjadi narasumber dalam pelatihan tersebut, Prof. Maria juga membawa misi strategis untuk merintis kerja sama antara SEASREP Foundation dan UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Kolaborasi yang dirancang mencakup pengembangan kajian sejarah, budaya, pendidikan, agama, serta studi sosial di kawasan Asia Tenggara melalui berbagai program akademik, penelitian, pertukaran ilmiah, dan forum internasional.
Dalam pertemuan bersama Rektor UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Prof. Maria menyampaikan apresiasinya atas sambutan hangat serta kolaborasi yang selama ini telah terjalin melalui Pusat Studi ASEAN UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.

Ia menegaskan komitmen SEASREP untuk terus memperluas kerja sama dengan UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Salah satu agenda terdekat adalah melibatkan Pusat Studi ASEAN UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dalam kegiatan lanjutan Community of Local Affiliates Studying the Past (CLASP) yang akan diselenggarakan di George Town, Penang, Malaysia, pada Agustus 2026.
Tidak hanya itu, Prof. Maria juga mengungkapkan rencana penyelenggaraan ASEAN Studies Gathering pada tahun 2027 di Lombok. Kegiatan tersebut akan mempertemukan pusat-pusat studi ASEAN dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan mengundang para rektor universitas yang memiliki pusat studi ASEAN, termasuk Rektor UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
Menurutnya, forum tersebut diharapkan mampu memperkuat jejaring akademik dan menghasilkan kolaborasi yang memberikan dampak nyata terhadap pengembangan kajian Asia Tenggara.
“Kami sangat senang dengan sambutan dan kerja sama yang telah dibangun bersama Pusat Studi ASEAN UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Ke depan kami ingin memperluas ruang kolaborasi, baik melalui forum internasional, riset bersama, maupun penguatan jejaring pusat studi ASEAN di kawasan. Kami yakin kerja sama ini akan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan studi Asia Tenggara,” ujar Prof. Maria Serena I. Diokno.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Maria juga menyampaikan bahwa SEASREP akan memfokuskan pengembangan kolaborasi riset pada berbagai wilayah di Asia Tenggara yang memiliki nilai sejarah, budaya, pendidikan, dan sosial yang kuat, namun selama ini belum banyak menjadi perhatian dunia akademik.
Menurutnya, Provinsi Bengkulu memiliki potensi besar dalam kajian tersebut sehingga layak dikembangkan sebagai salah satu pusat studi Asia Tenggara melalui UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
“Selama ini kajian Asia Tenggara lebih banyak didominasi oleh universitas-universitas besar di kawasan tertentu. Padahal daerah seperti Bengkulu memiliki kekayaan sejarah, budaya, dan pendidikan yang sangat penting untuk dikaji. Saya melihat UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat pengembangan kajian Asia Tenggara,” ungkapnya.
Sementara itu, Rektor UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Prof. Dr. H. Khairuddin Wahid, M.Ag., menyambut baik peluang kerja sama tersebut. Menurutnya, kunjungan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat internasionalisasi kampus sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi dosen, mahasiswa, dan peneliti UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu untuk berkolaborasi dalam berbagai forum akademik dunia.
“Kami menyambut dengan penuh antusias komitmen kerja sama yang ditawarkan SEASREP Foundation. Ini merupakan kepercayaan sekaligus peluang besar bagi UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu untuk semakin aktif berkiprah dalam jejaring akademik internasional. Kami berkomitmen memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat agar UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dapat menjadi salah satu rujukan pengembangan kajian ASEAN di Indonesia maupun Asia Tenggara,” ujar Prof. Khairuddin.
Melalui kerja sama ini, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu semakin menegaskan langkahnya sebagai kampus yang terbuka terhadap kolaborasi global. Penguatan jejaring dengan SEASREP Foundation diharapkan tidak hanya meningkatkan reputasi internasional kampus, tetapi juga memperluas kontribusi UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dalam pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan studi Asia Tenggara di tingkat regional maupun internasional.

