UINFASBengkulu – Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat budaya mutu dan meningkatkan kualitas tata kelola akademik. Hal tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Penguatan Kapasitas Program Studi terhadap Instrumen Baru Akreditasi Program Studi (APS) 5.1, yang diselenggarakan pada Jumat (24/7/2026) di Ruang Rapat Senat Lantai 3 Gedung Rektorat.

Kegiatan yang diikuti oleh Rektor, Wakil Rektor I, para pimpinan fakultas, ketua program studi, dosen, serta tim penjaminan mutu ini menghadirkan narasumber Prof. Dr. Budiyono Saputro, M.Pd., Ketua PILJAMU PTKIN sekaligus Ketua LPM UIN Salatiga, yang menyampaikan materi secara daring melalui Zoom Meeting.
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Prof. Dr. Khairudin, M.Ag. Turut hadir mendampingi Wakil Rektor I Prof. Dr. Asnaini, M.A., bersama para pimpinan akademik yang memiliki peran strategis dalam menyiapkan program studi menghadapi implementasi instrumen akreditasi terbaru dari BAN-PT.
Pelatihan ini menjadi langkah strategis UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dalam mempersiapkan seluruh program studi menghadapi penerapan Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS) 5.1 berdasarkan Peraturan BAN-PT Nomor 36 Tahun 2025 yang menekankan akreditasi berbasis budaya mutu, relevansi, akuntabilitas, diferensiasi misi, serta pencapaian luaran dan dampak secara berkelanjutan.
Dalam pemaparannya, Prof. Budiyono menjelaskan bahwa paradigma baru akreditasi tidak lagi berorientasi pada kelengkapan administrasi semata, melainkan pada kualitas implementasi sistem penjaminan mutu, evaluasi diri yang reflektif, konsistensi data, serta bukti nyata peningkatan mutu secara berkelanjutan (continuous quality improvement). Ia juga menguraikan pentingnya sinkronisasi antara Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), Renstra perguruan tinggi, indikator BAN-PT/LAM, hingga standar internasional sebagai fondasi menuju akreditasi unggul.
Rektor UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Prof. Dr. Khairudin, M.Ag., menegaskan bahwa perubahan instrumen akreditasi harus dipandang sebagai momentum untuk memperkuat kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi.
“Akreditasi bukan sekadar target administratif, tetapi merupakan cerminan kualitas tata kelola, budaya mutu, dan kinerja akademik sebuah perguruan tinggi. Saya mengajak seluruh program studi untuk menjadikan instrumen baru APS sebagai pedoman dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan sehingga mampu melahirkan lulusan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global,” ujar Rektor.
Menurutnya, keberhasilan meraih akreditasi unggul hanya dapat dicapai apabila seluruh sivitas akademika memiliki komitmen yang sama dalam menjalankan siklus penjaminan mutu secara konsisten.
Sementara itu, Wakil Rektor I Prof. Dr. Asnaini, M.A. menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari strategi percepatan peningkatan kualitas akademik di lingkungan UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
“Instrumen APS 5.1 menghadirkan paradigma baru yang lebih menitikberatkan pada outcome, dampak, serta keberlanjutan budaya mutu. Karena itu, setiap program studi harus mampu menyelaraskan dokumen, implementasi, dan capaian kinerja dengan indikator yang dipersyaratkan. Melalui pelatihan ini, kami berharap seluruh kaprodi dan dosen memiliki pemahaman yang sama sehingga lebih siap menghadapi proses akreditasi,” jelasnya.
Selain membahas implementasi Instrumen APS 5.1, peserta juga mendapatkan penguatan mengenai penyusunan dokumen Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) berdasarkan Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 dan Permendiktisaintek Nomor 10 Tahun 2026, termasuk implementasi siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) sebagai fondasi peningkatan mutu perguruan tinggi secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu semakin mempertegas komitmennya dalam memperkuat tata kelola akademik, membangun budaya mutu yang berkelanjutan, serta memastikan setiap program studi mampu memenuhi standar nasional bahkan melampauinya, sebagai bagian dari upaya mewujudkan perguruan tinggi Islam yang unggul, adaptif, dan bereputasi di tingkat nasional maupun internasional.

