UINFASBengkulu – Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi dengan mengikuti Rapat Koordinasi dan Review Sistem Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) yang diselenggarakan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI di Hotel Luminor Pecenongan, Jakarta, pada 13–15 Juli 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh Wakil Rektor I, Prof. Dr. Asnaini, M.A., bersama Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Dr. Robeet Thadi, M.Si.
Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi seluruh PTKI di Indonesia untuk menyamakan persepsi terhadap implementasi Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) 4.1 Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) melalui SAPTO 2.0, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 39 Tahun 2025.

Dalam forum tersebut dijelaskan bahwa sistem akreditasi mengalami perubahan mendasar. Melalui SAPTO 2.0, mekanisme Perpanjangan Akreditasi Otomatis (PEPA) maupun proses otomatisasi tidak lagi diberlakukan. Seluruh perguruan tinggi diwajibkan mengajukan reakreditasi sesuai siklus yang telah ditetapkan.
Selain itu, skema pemeringkatan akreditasi juga mengalami penyederhanaan menjadi tiga kategori, yakni Terakreditasi, Unggul, dan Tidak Terakreditasi. Seluruh proses pengajuan akreditasi akan bertumpu pada data yang terintegrasi dengan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI). Data tersebut akan ditarik secara langsung ke dalam sistem SAPTO 2.0, kemudian dilengkapi melalui pengisian tabel serta unggahan dokumen pendukung pada satu akun resmi yang dimiliki setiap perguruan tinggi.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta memperoleh berbagai materi penting, mulai dari kebijakan penjaminan mutu PTKI, teknis implementasi SAPTO 2.0, penyusunan Laporan Evaluasi Diri (LED) APT 4.0, strategi peningkatan mutu perguruan tinggi, hingga evaluasi pelaksanaan sistem penjaminan mutu nasional.
Wakil Rektor I UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Prof. Dr. Asnaini, M.A., mengatakan bahwa perubahan sistem akreditasi menjadi momentum bagi perguruan tinggi untuk semakin memperkuat tata kelola akademik berbasis data.

“Transformasi menuju SAPTO 2.0 menuntut kesiapan seluruh unit di lingkungan universitas agar semakin disiplin dalam pengelolaan data akademik dan penjaminan mutu. Akreditasi bukan lagi sekadar memenuhi dokumen, tetapi mencerminkan kualitas penyelenggaraan tridarma yang terintegrasi melalui data yang valid dan akurat. UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu siap beradaptasi untuk mempertahankan bahkan meningkatkan capaian mutu institusi.”
Sementara itu, Kepala Lembaga Penjaminan Mutu UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Dr. Robeet Thadi, M.Si., menegaskan bahwa sinkronisasi data PDDIKTI menjadi faktor utama dalam keberhasilan proses akreditasi ke depan.
“Dengan SAPTO 2.0, seluruh proses akreditasi akan sangat bergantung pada kualitas data yang tersaji di PDDIKTI. Karena itu, LPM akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh fakultas, program studi, dan unit terkait agar setiap data akademik, penelitian, pengabdian, maupun tata kelola selalu diperbarui secara berkala. Persiapan akreditasi kini menjadi pekerjaan berkelanjutan, bukan hanya dilakukan menjelang asesmen.”
Melalui partisipasi dalam kegiatan nasional tersebut, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu semakin mempertegas komitmennya dalam membangun budaya mutu yang berkesinambungan, meningkatkan tata kelola perguruan tinggi yang akuntabel, serta mempersiapkan seluruh perangkat institusi untuk menghadapi implementasi penuh APT 4.1 melalui SAPTO 2.0. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya universitas dalam menjaga dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan tinggi menuju perguruan tinggi Islam yang unggul, adaptif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.

