You are currently viewing UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Raih Peringkat Utama PTRG Award 2025, Perkuat Komitmen Membangun Kampus Inklusif dan Responsif Gender

UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Raih Peringkat Utama PTRG Award 2025, Perkuat Komitmen Membangun Kampus Inklusif dan Responsif Gender

Cirebon – Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih Penghargaan Perguruan Tinggi Responsif Gender (PTRG) Award Tahun 2025 kategori Peringkat Utama. Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian Konferensi Nasional Perguruan Tinggi Responsif Genderyang diselenggarakan oleh UIN Syekh Nurjati Cirebon bekerja sama dengan Kementerian Agama Republik Indonesia dan berbagai institusi mitra.

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas komitmen UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dalam mengembangkan tata kelola perguruan tinggi yang berperspektif gender, inklusif, serta berorientasi pada terciptanya lingkungan akademik yang aman, setara, dan bebas dari segala bentuk diskriminasi maupun kekerasan.

Ketua Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Ahmad Syarifin, menyampaikan bahwa penghargaan ini bukanlah tujuan akhir, melainkan momentum untuk memperkuat konsolidasi dan memperluas kerja-kerja pengarusutamaan gender di lingkungan kampus.

“Bagi UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, capaian ini menjadi refleksi bersama atas komitmen yang telah dibangun dalam mewujudkan ekosistem perguruan tinggi yang inklusif dan responsif gender. PTRG Award bukan sekadar penghargaan, tetapi juga menjadi data pembuka sekaligus pijakan dalam menyusun peta jalan pengembangan budaya kampus yang semakin inklusif di masa mendatang,” ungkap Ahmad Syarifin.

Menurutnya, penguatan kelembagaan Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) menjadi salah satu aspek penting dalam mewujudkan transformasi tersebut. PSGA diharapkan semakin memperoleh dukungan sebagai mitra strategis universitas dalam mengintegrasikan perspektif gender dan inklusi sosial ke seluruh aspek penyelenggaraan perguruan tinggi.

“Ke depan diperlukan dukungan yang lebih kuat terhadap otoritas PSGA sebagai mitra strategis pengembangan kampus inklusif. Integrasi perspektif gender dan sosial inklusi harus menjadi bagian dari seluruh sektor perguruan tinggi, mulai dari penguatan kelembagaan, pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tata kelola, perencanaan dan penganggaran, hingga pembangunan budaya kampus yang nir kekerasan,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa konsolidasi berbagai program melalui momentum PTRG Award menjadi ruang evaluasi sekaligus penguatan sinergi seluruh sivitas akademika dalam membangun budaya akademik yang menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan, kesetaraan, penghormatan terhadap keberagaman, serta perlindungan terhadap seluruh warga kampus.

Penghargaan ini semakin memperkuat posisi UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu sebagai salah satu perguruan tinggi keagamaan Islam yang terus berkomitmen menghadirkan pendidikan tinggi yang unggul, inklusif, dan berdampak bagi masyarakat.

Melalui semangat kolaborasi, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu akan terus mengembangkan berbagai kebijakan dan program yang mendukung terciptanya kampus yang ramah bagi semua, sekaligus memperkuat implementasi nilai-nilai moderasi, keadilan, dan kesetaraan dalam seluruh aspek kehidupan akademik.