You are currently viewing UKK KSEI SEM-C UIN FAS Bengkulu Torehkan Prestasi di Temu Ilmiah Nasional 2026

UKK KSEI SEM-C UIN FAS Bengkulu Torehkan Prestasi di Temu Ilmiah Nasional 2026

UINFASbengkulu — Unit Kegiatan Khusus Kelompok Studi Ekonomi Islam (UKK KSEI) SEM-C UIN Fatmawati Sukarno (UIN FAS) Bengkulu kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional melalui ajang Temu Ilmiah Nasional (Temilnas) 2026 yang diselenggarakan di Universitas Andalas, Padang.

Temilnas 2026 mengusung tema “Optimalisasi Peran Industri Halal dan Transformasi Digital sebagai Upaya Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Umat yang Berkelanjutan.” Kegiatan yang berlangsung pada 25–30 Agustus 2026 tersebut diikuti oleh Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta, termasuk perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) dan perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) dari berbagai daerah di Indonesia.

Rangkaian Temilnas 2026 meliputi Seminar Nasional, Diskusi Nasional (FGD), kompetisi ilmiah, Sarasehan Nasional, serta Field Trip. Dalam kompetisi tersebut, para peserta beradu gagasan melalui tiga cabang lomba, yakni Sharia Business Plan (SBP), Islamic Scientific Paper (ISP), dan Sharia Policy Case Study (SPCS).

UKK KSEI SEM-C UIN FAS Bengkulu mengutus sebanyak 15 mahasiswa yang terbagi dalam lima tim untuk mengikuti ketiga cabang lomba tersebut. Para peserta berhasil melewati tahapan seleksi dan lolos sebagai semifinalis dalam kompetisi yang mempertemukan kelompok studi ekonomi Islam dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Prestasi membanggakan berhasil diraih pada cabang Sharia Policy Case Study (SPCS). Tim Formatur UIN FAS Bengkulu yang mengangkat gagasan berjudul “SHINE Framework: Strategic Halal Integration for National Economic Empowerment” berhasil menembus babak final dan menjadi salah satu dari enam tim terbaik nasional.

Pada babak final, tim UIN FAS Bengkulu bersaing dengan lima perguruan tinggi lainnya, yakni Politeknik Negeri Jakarta, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten, Tazkia University, dan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Para finalis kemudian mengikuti sesi debat dengan mosi yang diberikan oleh panitia pada saat babak final.

Melalui persaingan yang ketat, tim UIN FAS Bengkulu berhasil meraih Juara Harapan II. Pencapaian tersebut menjadi semakin istimewa karena UIN FAS Bengkulu merupakan satu-satunya perguruan tinggi dari Sumatra sekaligus satu-satunya PTKIN yang berhasil menembus enam besar pada cabang SPCS.

Tiga mahasiswa yang menjadi finalis dan mewakili UIN FAS Bengkulu dalam kompetisi tersebut adalah Della Puja Firanti dari Program Studi Ekonomi Syariah, Vio Cahayadi Syaputra dari Program Studi Perbankan Syariah, dan Gapura Akbar dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI).

Selain prestasi pada cabang SPCS, mahasiswa UIN FAS Bengkulu juga menunjukkan inovasi melalui cabang Sharia Business Plan. Dua tim yang berkompetisi memang belum berhasil melaju ke babak final, tetapi berhasil menghasilkan gagasan dan prototipe aplikasi yang relevan dengan pengembangan ekonomi syariah.

Salah satunya adalah Wakafarm, sebuah prototipe aplikasi wakaf berbasis sektor pertanian. Gagasan tersebut menawarkan pemanfaatan teknologi digital untuk mengembangkan potensi wakaf produktif di bidang pertanian. Sementara itu, tim lainnya menggagas SisaRasa, sebuah aplikasi food tech yang berorientasi pada pengelolaan dan pemanfaatan makanan secara lebih optimal.

Pada cabang Islamic Scientific Paper (ISP), tim UIN FAS Bengkulu turut menghadirkan inovasi melalui gagasan Ecocircle, yaitu aplikasi digital yang dirancang untuk memperkuat komunitas pengelola sampah organik. Gagasan tersebut menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mengintegrasikan teknologi digital dengan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Rektor UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu mengapresiasi capaian mahasiswa tersebut. Menurutnya, prestasi di tingkat nasional merupakan bukti bahwa mahasiswa UIN FAS Bengkulu memiliki kemampuan akademik, kreativitas, dan daya saing yang mampu bersaing dengan perguruan tinggi lain di Indonesia.

“Kami sangat mengapresiasi dan bangga atas capaian mahasiswa UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu pada Temu Ilmiah Nasional 2026. Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa kita tidak hanya mampu berprestasi secara akademik, tetapi juga mampu melahirkan gagasan dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam pengembangan ekonomi syariah dan transformasi digital,” ujar Rektor UIN FAS Bengkulu.

Rektor juga menilai keberhasilan menembus babak enam besar dan meraih Juara Harapan II pada cabang SPCS merupakan capaian yang patut diapresiasi, terlebih UIN FAS Bengkulu menjadi satu-satunya PTKIN sekaligus satu-satunya perguruan tinggi dari Sumatra yang berhasil melaju ke babak final.

“Kami berharap capaian ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi, berani berkompetisi di tingkat nasional, serta menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi umat. Kampus akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai aktivitas akademik dan pengembangan prestasi mahasiswa,” tambahnya.