You are currently viewing 170 Mahasiswa PAI UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Jalani Pesantrenisasi di Pondok Pesantren Pancasila, Perkuat Kompetensi dan Karakter Calon Guru Agama

170 Mahasiswa PAI UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Jalani Pesantrenisasi di Pondok Pesantren Pancasila, Perkuat Kompetensi dan Karakter Calon Guru Agama

Uinfasbengkulu – Sebanyak 170 mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Tadris (FTT) Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu resmi diserahkan kepada Pondok Pesantren Pancasila untuk mengikuti program pesantrenisasi sebagai bagian dari penguatan kompetensi keagamaan dan pembinaan karakter mahasiswa, Rabu (3/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Pondok Pesantren Pancasila tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan Fakultas Tarbiyah dan Tadris, yakni Dekan FTT Dr. Hj. Khairiah, M.Pd., Wakil Dekan I Dr. Pasmah Candra, M.Pd.I., Wakil Dekan III Dr. Adi Saputra, M.Pd., Koordinator Program Studi PAI Sutrian Efendi, M.Pd., Ketua Panitia Hengki Satrisno, M.Pd.I., serta para dosen Program Studi PAI.

Dari pihak Pondok Pesantren Pancasila hadir Direktur Pondok KH. M. Sahri, S.H., M.H., Sekretaris Pondok, jajaran pimpinan pesantren, serta para ustaz dan ustazah yang akan mendampingi mahasiswa selama mengikuti program pembinaan.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Tadris, Dr. Hj. Khairiah, M.Pd., menyampaikan bahwa pada tahun 2026 jumlah mahasiswa yang mengikuti program pesantrenisasi mencapai 200 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 170 mahasiswa ditempatkan di Pondok Pesantren Pancasila dan 30 mahasiswa di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum.

 

Menurutnya, program pesantrenisasi merupakan salah satu upaya fakultas dalam memperkuat kompetensi keislaman mahasiswa, khususnya dalam penguasaan baca tulis Al-Qur’an, praktik ibadah, serta pembentukan karakter dan akhlak mulia.

“Mahasiswa PAI sebagai calon pendidik agama harus memiliki kemampuan akademik yang seimbang dengan kompetensi keagamaan dan keteladanan moral. Kami berharap mahasiswa dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh sehingga memperoleh pengalaman belajar yang berharga dalam lingkungan pesantren. Nilai-nilai kedisiplinan, keikhlasan, dan tanggung jawab yang ditanamkan di pesantren akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa sebagai calon guru Pendidikan Agama Islam,” ujar Khairiah.

Koordinator Program Studi PAI, Sutrian Efendi, M.Pd., menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen Prodi PAI dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi keagamaan yang kuat serta berkarakter.

“Melalui kerja sama dengan Pondok Pesantren Pancasila, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman langsung dalam kehidupan pesantren yang sarat dengan nilai-nilai keislaman. Pengalaman tersebut akan menjadi pembiasaan positif yang mendukung pembentukan pribadi pendidik yang profesional dan berintegritas,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Dekan III Fakultas Tarbiyah dan Tadris, Dr. Adi Saputra, M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan pesantrenisasi memiliki peran strategis dalam membangun karakter mahasiswa sebagai calon pendidik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial.

“Pesantrenisasi menjadi ruang pembelajaran yang sangat penting bagi mahasiswa untuk membentuk kedisiplinan, memperkuat nilai-nilai moderasi beragama, serta meningkatkan kemampuan berinteraksi dan beradaptasi dalam lingkungan yang religius. Kami berharap pengalaman ini mampu melahirkan lulusan PAI yang berakhlak mulia, memiliki kepedulian sosial, dan siap menjadi teladan di tengah masyarakat,” ungkap Adi Saputra.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pondok Pesantren Pancasila, KH. M. Sahri, S.H., M.H., menyambut baik kehadiran mahasiswa Prodi PAI dan menyatakan kesiapan pondok dalam mendampingi serta membina mahasiswa selama pelaksanaan program.

“Kami siap memberikan pendampingan terbaik, baik dari sisi pembinaan, sarana dan prasarana, maupun fasilitas pendukung kegiatan pesantrenisasi. Semoga program ini menjadi sarana pembentukan karakter, peningkatan wawasan keagamaan, serta penguatan tradisi akademik dan keilmuan Islam bagi para mahasiswa,” ujarnya.

Kegiatan penyerahan mahasiswa ditandai dengan penandatanganan berita acara dan penyerahan mahasiswa secara simbolis dari pihak Fakultas Tarbiyah dan Tadris kepada pihak Pondok Pesantren Pancasila. Acara berlangsung khidmat dan penuh keakraban, mencerminkan sinergi yang kuat antara perguruan tinggi dan lembaga pesantren dalam mencetak generasi muslim yang berilmu, berakhlak, serta siap mengabdi kepada masyarakat.

Melalui program pesantrenisasi ini, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman spiritual dan akademik yang bermakna sebagai bagian dari proses pembentukan calon pendidik agama Islam yang profesional, moderat, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan zaman.