UINFASBengkulu – Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan pendidikan tinggi dan ekonomi syariah melalui partisipasi aktif dalam Konferensi Inagurasi World University Network for Productive Waqf (WUNPROQ) yang diselenggarakan di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University, Bogor, Kamis (4/6/2026).
Dalam kegiatan tersebut, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Prof. Dr. Asnaini, M.A., yang didampingi Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Dr. Herlina Yustati, M.A.Ek.
Konferensi ini menjadi momentum penting dalam peresmian jejaring global perguruan tinggi yang berfokus pada pengembangan wakaf produktif, keuangan sosial Islam, riset kolaboratif, publikasi ilmiah, serta pengabdian kepada masyarakat berbasis pemberdayaan umat. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai perguruan tinggi nasional dan internasional, serta memperkuat sinergi akademik lintas negara dalam pengembangan ekonomi berbasis nilai-nilai Islam.
Rangkaian acara diawali dengan penandatanganan berbagai dokumen kerja sama strategis, dilanjutkan dengan keynote speech, high level dialogue, talkshow internasional, hingga Founders Meeting yang membahas arah pengembangan serta roadmap WUNPROQ periode 2026–2030.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Asnaini, M.A. turut melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai bentuk komitmen UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dalam memperluas jejaring kerja sama akademik dan pengembangan wakaf produktif di tingkat nasional maupun internasional. Kerja sama ini diharapkan membuka peluang berbagai program kolaboratif, seperti pertukaran akademik, penelitian bersama, pengembangan kurikulum, publikasi internasional, serta penguatan kapasitas kelembagaan di bidang ekonomi dan keuangan syariah.


Prof. Asnaini menyampaikan bahwa keterlibatan UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dalam WUNPROQ sejalan dengan visi universitas untuk menjadi perguruan tinggi unggul dan berdaya saing global berbasis nilai-nilai keislaman serta kemaslahatan umat.
“Wakaf produktif merupakan instrumen strategis dalam pembangunan ekonomi umat. Melalui jejaring WUNPROQ, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu memiliki peluang lebih luas untuk berkolaborasi dalam riset, inovasi, dan pengembangan model pemberdayaan masyarakat berbasis wakaf yang berdampak nyata,” ujar Prof. Asnaini.
Sementara itu, Dr. Herlina Yustati, M.A.Ek. menambahkan bahwa partisipasi FEBI dalam forum internasional ini membuka ruang penguatan akademik, khususnya dalam pengembangan kurikulum, riset, serta implementasi pembelajaran berbasis outcome dan dampak sosial.
Ia menegaskan bahwa berbagai diskusi dalam konferensi tersebut sangat relevan dengan pengembangan program studi di FEBI, terutama terkait integrasi wakaf produktif, keuangan sosial Islam, kewirausahaan sosial, dan penguatan jejaring internasional untuk meningkatkan kualitas Tridharma Perguruan Tinggi.
Partisipasi UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dalam WUNPROQ juga menjadi bagian dari upaya internasionalisasi perguruan tinggi serta peningkatan reputasi akademik. Melalui forum ini, diharapkan terbangun implementasi kerja sama yang terukur, meliputi penelitian kolaboratif, pengembangan pusat studi wakaf produktif, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pengabdian kepada masyarakat yang berdampak nyata bagi pembangunan ekonomi umat.
Forum ini turut dihadiri oleh sejumlah perguruan tinggi internasional, di antaranya KTO Karata University Turki, Sakarya University Turki, International Islamic University Malaysia (IIUM), Albukhory International University Malaysia, Fatoni University Thailand, serta perguruan tinggi nasional seperti UIN Sunan Gunung Jati Bandung, UIN Raden Fatah Palembang, dan UNISMA Bekasi.
Dengan bergabungnya UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dalam jejaring WUNPROQ, diharapkan lahir berbagai program kolaboratif yang memperkuat posisi universitas sebagai pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang berkontribusi bagi kemajuan bangsa serta kemaslahatan umat.

