UINFAS Bengkulu – UPT Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu menggelar User Education bagi Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027 dengan mengangkat tema “Penguatan Literasi Informasi Digital bagi Mahasiswa di Era Artificial Intelligence (AI)”. Kegiatan berlangsung di Gedung Kuliah Terpadu UIN FAS Bengkulu, Sabtu (19/9/2026), mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Rektor I UIN FAS Bengkulu, Prof. Dr. Asnaini, MA, dan dihadiri Kepala UPT Perpustakaan UIN FAS Bengkulu, Dr. Syahril, S.Sos.I., M.Ag., serta seluruh mahasiswa baru UIN FAS Bengkulu.
User Education ini menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. H. Meri Sasdi, M.Pd., Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu, serta Susialia Fitriani, S.Sos., M.I.Kom. Materi yang disampaikan menitikberatkan pada kemampuan mahasiswa dalam mencari, menilai, memanfaatkan, dan mengelola informasi secara bijak di tengah perkembangan teknologi AI.
Dalam materi “Penguatan Literasi Informasi Digital bagi Mahasiswa di Era Artificial Intelligence (AI)”, Dr. H. Meri Sasdi menekankan pentingnya membangun budaya literasi sejak mahasiswa memasuki dunia perguruan tinggi. Literasi tidak sekadar kemampuan membaca, tetapi juga mencakup kemampuan mengakses, memahami, menilai, menggunakan, dan mengomunikasikan informasi secara tepat.

“Mahasiswa perlu memiliki kemampuan untuk mencari sumber yang tepat, memeriksa kebenaran informasi, menggunakan sumber terpercaya, mencantumkan sumber atau kutipan, serta memanfaatkan informasi secara kritis. Kemampuan tersebut menjadi bekal penting selama menjalani proses pendidikan di perguruan tinggi.”
Materi tersebut juga memperkenalkan Apo Buek, aplikasi perpustakaan digital dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu. Aplikasi ini diperkenalkan sebagai salah satu alternatif sumber bacaan digital yang dapat membantu mahasiswa memperoleh bahan bacaan secara lebih mudah dan praktis.
Sementara itu, Susialia Fitriani membahas “Peran Literasi Informasi Digital Artificial Intelligence (AI) sebagai Pendamping Akademik Mahasiswa”. Ia menjelaskan bahwa perkembangan AI telah mengubah cara mahasiswa belajar, mencari informasi, dan menyelesaikan berbagai kebutuhan akademik.

AI dapat dimanfaatkan sebagai pendamping belajar untuk membantu menjelaskan materi, merangkum bacaan, memberikan latihan, membantu menyusun rencana belajar, memberikan umpan balik terhadap tulisan, hingga mendukung proses pencarian informasi dan penelitian. Namun, AI tetap diposisikan sebagai alat bantu, bukan pengganti dosen maupun kemampuan berpikir mahasiswa.
“Gunakan AI untuk mempercepat proses belajar, bukan untuk berhenti belajar. Mahasiswa harus tetap memeriksa jawaban AI, memverifikasi sumber, memahami informasi yang diperoleh, dan mengolahnya dengan kemampuan berpikir sendiri.”
Pesan tersebut sejalan dengan materi yang disampaikan bahwa ketergantungan berlebihan terhadap AI dapat melemahkan kemampuan berpikir mandiri. Selain itu, informasi yang dihasilkan AI tidak selalu sepenuhnya benar sehingga mahasiswa perlu melakukan verifikasi melalui buku, jurnal, sumber akademik, maupun dosen.
Dalam materi juga dijelaskan sejumlah pemanfaatan AI bagi mahasiswa, mulai dari pembelajaran yang dipersonalisasi, akses informasi dan riset, manajemen waktu dan tugas, pendampingan menulis serta berpikir kritis, hingga membantu mahasiswa beradaptasi dengan lingkungan kampus.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Rektor I Prof. Dr. Asnaini, MA, menekankan bahwa mahasiswa baru perlu membangun kebiasaan belajar yang mandiri sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
“Mahasiswa harus mampu memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Namun, teknologi tetap harus digunakan secara bijak, kritis, dan bertanggung jawab agar tidak menghilangkan proses berpikir serta karakter akademik mahasiswa.”
Kegiatan User Education ini menjadi bagian penting dalam membekali mahasiswa baru agar tidak hanya mengenal fasilitas perpustakaan, tetapi juga memahami bagaimana sumber informasi dapat dimanfaatkan untuk menunjang perjalanan akademik.
Dalam materi yang disampaikan, mahasiswa didorong untuk mengenal perpustakaan sejak semester pertama, bukan hanya ketika mulai menyusun skripsi. Perpustakaan diposisikan sebagai ruang untuk menemukan, mengolah, dan mengembangkan pengetahuan sepanjang perjalanan akademik mahasiswa.

