UINFAS Bengkulu — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno (UIN FAS) Bengkulu membekali 300 mahasiswa dengan pengetahuan pengelolaan keuangan pribadi dan investasi syariah melalui kuliah umum bertajuk “Dari Uang Saku ke Portofolio”. Kegiatan ini menghadirkan praktisi industri pasar modal untuk memperkuat literasi keuangan mahasiswa sekaligus mendorong terbentuknya perilaku finansial yang cerdas, disiplin, dan bertanggung jawab.

Kuliah umum yang berlangsung di Auditorium UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu pada Kamis (22/10/2026) tersebut diikuti mahasiswa semester III dan VII dari berbagai program studi di lingkungan FEBI. Hadir sebagai narasumber, Muhammad Ari Pratama, S.E., M.M., AWP., dari KISI Sekuritas Bengkulu, yang memberikan pemahaman praktis mengenai pengelolaan keuangan, perencanaan investasi, dan pengenalan instrumen pasar modal syariah.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan I FEBI UIN FAS Bengkulu, Dr. Herlina Yustati, M.A., Ek. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya literasi keuangan bagi mahasiswa, terutama di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin memudahkan akses terhadap berbagai layanan keuangan.
Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori ekonomi dan keuangan di bangku kuliah, tetapi juga perlu memiliki keterampilan untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan, mengelola uang saku, mengendalikan perilaku konsumtif, serta merencanakan keuangan masa depan merupakan bekal penting dalam membangun kemandirian finansial.

Bangun Kebiasaan Finansial Sehat Sejak Bangku Kuliah
Dalam pemaparan materi, Muhammad Ari Pratama mengajak mahasiswa memahami bahwa perencanaan keuangan tidak harus dimulai setelah memiliki penghasilan besar. Kebiasaan sederhana, seperti mencatat pengeluaran, menyusun anggaran, menyisihkan tabungan, dan mengendalikan belanja, dapat menjadi langkah awal membangun kondisi keuangan yang sehat.
Narasumber memperkenalkan pendekatan pengelolaan keuangan 50–20–20–10, yaitu 50 persen untuk kebutuhan, 20 persen untuk tabungan dan investasi, 20 persen untuk keinginan, serta 10 persen untuk kegiatan berbagi. Mahasiswa juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menyiapkan dana darurat sebelum memulai investasi.
Selain itu, materi membahas berbagai tantangan finansial yang rentan dihadapi generasi muda, mulai dari penggunaan layanan paylater secara berlebihan, pinjaman daring ilegal, judi daring, investasi bodong, hingga perilaku konsumtif akibat pengaruh tren media sosial.
Untuk membantu mahasiswa lebih cermat dalam menilai tawaran investasi, narasumber memperkenalkan prinsip legal dan logis (2L). Prinsip ini menekankan pentingnya memastikan legalitas penyedia atau produk investasi serta menilai kewajaran keuntungan yang ditawarkan sebelum mengambil keputusan.
Kenali Investasi Syariah dan Kelola Risiko
Dalam sesi pengenalan pasar modal, mahasiswa mendapatkan penjelasan mengenai berbagai instrumen investasi, seperti saham syariah, reksa dana syariah, dan sukuk. Pemahaman mengenai karakteristik setiap instrumen, potensi keuntungan, serta risiko investasi menjadi bagian penting dari materi yang disampaikan.
Mahasiswa juga diperkenalkan dengan prinsip diversifikasi portofolio dan analisis fundamental sederhana. Melalui pemahaman tersebut, mahasiswa didorong untuk mengambil keputusan investasi berdasarkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan sekadar mengikuti tren atau ajakan pihak lain.
Perspektif ekonomi Islam turut menjadi bagian penting dalam pembahasan. Pengelolaan harta dan keputusan investasi perlu mempertimbangkan aspek kehalalan, keseimbangan, tanggung jawab, serta kebermanfaatan bagi diri sendiri dan masyarakat.
Dengan demikian, investasi tidak semata-mata dipandang sebagai sarana memperoleh keuntungan, tetapi juga sebagai bagian dari perencanaan keuangan yang harus dilakukan secara bijaksana, terukur, dan sesuai dengan prinsip syariah.
Perkuat Keterhubungan Akademik dan Dunia Industri
Kegiatan yang dimoderatori oleh Elsy Rosita tersebut dilengkapi dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Melalui sesi ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk memperdalam pemahaman serta mendiskusikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan pribadi dan investasi.
Kehadiran praktisi industri menjadi upaya FEBI UIN FAS Bengkulu dalam menghubungkan pembelajaran akademik dengan perkembangan nyata sektor keuangan. Pendekatan ini juga sejalan dengan penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), yang menekankan pencapaian kompetensi mahasiswa melalui pembelajaran kontekstual, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Keterlibatan mahasiswa semester III dan VII memberikan ruang pembelajaran yang bermanfaat bagi mahasiswa pada berbagai tahap perkuliahan. Mahasiswa semester III dapat membangun fondasi literasi keuangan sejak dini, sedangkan mahasiswa semester VII dapat memperkuat kesiapan menghadapi dunia kerja dan merencanakan kemandirian finansial setelah lulus.
Dorong Mahasiswa Menjadi Generasi Cerdas Finansial
Melalui kuliah umum ini, FEBI UIN FAS Bengkulu terus berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperluas wawasan mahasiswa melalui kolaborasi dengan praktisi industri. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan tidak berhenti pada pemahaman teoritis, tetapi juga diterapkan dalam kebiasaan mengelola keuangan sehari-hari.
Mahasiswa diharapkan mampu mengatur pengeluaran secara disiplin, menghindari keputusan finansial yang berisiko, serta mengenali peluang investasi yang sesuai dengan kebutuhan dan prinsip syariah.
Ke depan, FEBI UIN FAS Bengkulu berkomitmen untuk terus mengembangkan kegiatan akademik yang melibatkan praktisi, dunia usaha, dan industri guna memperkaya pengalaman belajar serta mendukung terwujudnya lulusan yang kompeten, adaptif, berintegritas, dan berdaya saing.
Melalui semangat “Dari Uang Saku ke Portofolio”, FEBI UIN FAS Bengkulu mengajak mahasiswa memulai langkah menuju masa depan finansial yang lebih terencana. Sebab, kemandirian finansial tidak selalu berawal dari besarnya penghasilan, tetapi dari kemampuan mengelola setiap rupiah secara bijak sejak bangku kuliah.

