UINFASBengkulu – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu menggelar Pelatihan Manajemen Organisasi (PMO) Jilid II Tahun 2026 pada Minggu (18/10/2026), mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini menjadi tindak lanjut Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Tingkat Dasar (PKMTD) untuk memperkuat kemampuan mahasiswa dalam mengelola diri, memahami tata kelola organisasi, serta menerapkan nilai-nilai kepemimpinan dalam aktivitas kemahasiswaan.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa semester 1, 3, dan 5. Melalui PMO Jilid II, peserta diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya manajemen diri dan organisasi sebagai bekal menjalankan peran serta tanggung jawab di lingkungan kampus.
Ketua DEMA FUAD, Yelli Agustin, menyampaikan bahwa PMO Jilid II merupakan bagian dari tindak lanjut PKMTD yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan dan pengalaman yang telah diperoleh selama mengikuti pelatihan kepemimpinan.
Ia menjelaskan bahwa seluruh panitia kegiatan PMO Jilid II berasal dari peserta PKMTD. Pelibatan tersebut menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk mengelola kegiatan, membangun koordinasi, membagi tugas, serta melatih tanggung jawab dan kemampuan kepemimpinan dalam organisasi.

Kegiatan ini menghadirkan dua pemateri yang membahas aspek penting dalam pengembangan kapasitas mahasiswa, baik dari sisi personal maupun organisatoris.
Materi pertama disampaikan oleh Wakil Dekan III FUAD, Dr. Wira Hadi Kusuma, M.S.I., yang mengulas pentingnya manajemen diri dalam berorganisasi. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa kemampuan mengelola diri menjadi fondasi penting bagi mahasiswa agar dapat menjalankan peran dan tanggung jawab secara terarah.
Menurutnya, manajemen diri dapat dimulai dengan merumuskan visi, misi, dan tujuan pribadi, memahami peran diri, mengenali potensi serta kontribusi yang dapat diberikan, dan menyusun strategi untuk mencapai tujuan tersebut. Kemampuan ini diperlukan agar mahasiswa mampu menyeimbangkan kepentingan akademik dengan aktivitas organisasi secara bertanggung jawab.
Dr. Wira juga menekankan keterkaitan prinsip manajemen diri dengan ajaran Al-Qur’an dan hadis. Nilai-nilai Islam dapat menjadi landasan bagi mahasiswa dalam mengatur waktu, menjaga amanah, menetapkan tujuan, serta melaksanakan tanggung jawab secara disiplin dan terencana.
Materi kedua disampaikan oleh Haikal, Ketua Senat Mahasiswa tingkat universitas, yang membahas manajemen organisasi kampus. Materi ini mencakup pemahaman mengenai sistem pengelolaan organisasi, pembagian peran, koordinasi antarpengurus, serta tanggung jawab dalam pelaksanaan kegiatan kemahasiswaan.
Dalam pengelolaan organisasi, setiap anggota perlu memahami posisi dan tanggung jawab masing-masing agar program kerja dapat berjalan secara efektif dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Koordinasi, komunikasi, dan kerja sama yang baik juga menjadi faktor penting dalam membangun organisasi mahasiswa yang solid dan produktif.
Melalui materi tersebut, peserta diharapkan mampu memahami bahwa keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh program kerja yang dirancang, tetapi juga oleh kemampuan pengurus dalam mengelola sumber daya, membangun komunikasi, dan menjalankan tanggung jawab secara konsisten.
Pelaksanaan PMO Jilid II Tahun 2026 menjadi salah satu upaya DEMA FUAD UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dalam membangun proses kaderisasi yang berkelanjutan. Keterlibatan peserta PKMTD sebagai panitia menunjukkan bahwa pengembangan kepemimpinan tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi, tetapi juga melalui pengalaman langsung dalam mengelola kegiatan.

