UINFASBengkulu – Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah dan Tadris (FTT) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu menyelenggarakan Kuliah Tamu Tahun 2026 bertema “Bahasa Bergerak dan Berdampak: Eksistensi Identitas Bangsa melalui Pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia”. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring pada Rabu (24/6/2026) ini diikuti oleh dosen, mahasiswa, serta peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Kuliah tamu tersebut menjadi ruang akademik untuk memperkuat pemahaman mengenai peran strategis bahasa dan sastra Indonesia sebagai identitas bangsa sekaligus menjawab tantangan pendidikan di era digital dan globalisasi. Selain memperkaya wawasan keilmuan, kegiatan ini juga menjadi sarana memperluas jejaring akademik antara UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dengan berbagai perguruan tinggi di tanah air.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Tarbiyah dan Tadris UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Dr. Hj. Khairiah, M.Pd. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi seluruh narasumber, panitia, dan peserta yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurutnya, bahasa Indonesia memiliki fungsi yang jauh lebih luas daripada sekadar alat komunikasi. Bahasa Indonesia merupakan identitas nasional, pemersatu bangsa, sekaligus media pewarisan nilai-nilai budaya kepada generasi penerus.
“Pengajaran bahasa dan sastra Indonesia memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter generasi muda yang memiliki kecintaan terhadap bahasa nasional serta mampu mempertahankan identitas bangsa di tengah derasnya arus globalisasi,” ujarnya.
Kuliah tamu menghadirkan tiga narasumber nasional yang memiliki kompetensi di bidang pendidikan bahasa dan sastra Indonesia, yakni Prof. Dr. Siti Isnaniah, S.Pd., M.Pd. dari UIN Raden Mas Said Surakarta, Anggitya Alfiansari, M.Pd. dari Universitas Billfath, dan Valentina Edelweisz, E., S.Pd., M.A. dari Universitas Negeri Yogyakarta.
Ketiga narasumber membahas berbagai isu strategis, mulai dari penguatan literasi, inovasi pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia, pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran, hingga tantangan mempertahankan eksistensi bahasa Indonesia di tengah perkembangan global.
Suasana diskusi berlangsung dinamis dan interaktif. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan dalam sesi tanya jawab, khususnya terkait strategi pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi, penguatan budaya literasi, serta upaya menjaga bahasa Indonesia sebagai identitas nasional di era modern.
Ketua Program Studi Tadris Bahasa Indonesia menyampaikan bahwa penyelenggaraan kuliah tamu ini merupakan bagian dari komitmen program studi dalam meningkatkan kualitas akademik mahasiswa melalui kolaborasi dengan akademisi dari berbagai perguruan tinggi.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wadah pengembangan kompetensi calon pendidik bahasa Indonesia, memperluas wawasan keilmuan, serta memperkuat sinergi antarlembaga pendidikan tinggi.
Melalui tema “Bahasa Bergerak dan Berdampak: Eksistensi Identitas Bangsa melalui Pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia”, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong dosen dan mahasiswa untuk terus menghadirkan inovasi dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia yang adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai kebangsaan. Dengan demikian, bahasa Indonesia akan tetap menjadi kekuatan pemersatu bangsa sekaligus identitas nasional yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan dan peradaban Indonesia.

