You are currently viewing Perluas Wawasan Nasional, Mahasiswa KKN UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Belajar Strategi Pengelolaan Sampah di Yogyakarta

Perluas Wawasan Nasional, Mahasiswa KKN UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Belajar Strategi Pengelolaan Sampah di Yogyakarta

  • Post author:
  • Post category:BERITA / KEGIATAN

UINFASBengkulu – Mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kewirausahaan Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu resmi memulai rangkaian kegiatan pembelajaran dan pelatihan di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Selasa (2/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di kantor DLH Kota Yogyakarta tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas mahasiswa dalam bidang kewirausahaan berbasis lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Kegiatan pembukaan yang dimulai pukul 07.30 WIB dihadiri oleh mahasiswa peserta KKN Kewirausahaan serta jajaran Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta. Program ini dirancang untuk memberikan wawasan, pengetahuan, dan pengalaman langsung kepada mahasiswa mengenai kebijakan serta praktik pengelolaan lingkungan yang telah diterapkan di Kota Yogyakarta.

Dalam sambutannya, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya memiliki kompetensi kewirausahaan, tetapi juga kepedulian terhadap berbagai isu lingkungan, khususnya pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan hidup.

Sementara itu, Kepala Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu, Dr. Fatrima Santri Syafri, M.Pd.Mat., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, memperkaya pengalaman lapangan, serta mengembangkan riset dan pengabdian kepada masyarakat dalam skala nasional.

“Kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung dari praktik-praktik terbaik pengelolaan lingkungan hidup. Pengalaman yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal dalam melaksanakan program KKN yang berdampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Dr. Fatrima juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Yogyakarta yang telah membuka ruang belajar bagi mahasiswa Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu.

“Semoga kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi kedua belah pihak, khususnya dalam pengembangan program pengabdian masyarakat dan pendidikan berbasis lingkungan,” tambahnya.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pembekalan yang menghadirkan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta. Materi pertama membahas Kebijakan dan Strategi Pengelolaan Persampahan Kota Yogyakarta, yang mengulas berbagai langkah pemerintah daerah dalam mengurangi volume sampah, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Selanjutnya, peserta mendapatkan materi mengenai Pengolahan Sampah dan Kebijakan Lingkungan Kota Yogyakarta. Pada sesi ini, mahasiswa memperoleh pemahaman terkait proses pengelolaan sampah yang efektif, mulai dari pemilahan sampah dari sumber, pengurangan timbulan sampah, hingga berbagai inovasi yang diterapkan untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Melalui kegiatan pembekalan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan konsep kewirausahaan dengan prinsip-prinsip keberlanjutan lingkungan dalam program kerja KKN yang akan dijalankan. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama berada di Yogyakarta juga diharapkan dapat melahirkan berbagai inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Program KKN Kewirausahaan Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, inovatif, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa tidak hanya belajar menjadi wirausahawan, tetapi juga menjadi pelopor pembangunan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.