You are currently viewing RTM UIN FAS Bengkulu Dorong Tindak Lanjut Temuan AMI dan Peningkatan Kinerja

RTM UIN FAS Bengkulu Dorong Tindak Lanjut Temuan AMI dan Peningkatan Kinerja

UINFASBengkulu – Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu menjadi momentum penting untuk memperkuat pengendalian mutu akademik sekaligus merumuskan strategi tindak lanjut atas berbagai temuan Audit Mutu Internal (AMI). Kegiatan yang dilaksanakan oleh Lembaga Penjamin Mutu (LPM) tersebut berlangsung di Gedung Auditorium UIN FAS Bengkulu, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan dihadiri unsur pimpinan, civitas akademika, serta Ketua LPM UIN FAS Bengkulu, Dr. Robeet Thadi, M.Si. RTM dibuka oleh Wakil Rektor I UIN FAS Bengkulu, Prof. Dr. Asnaini, M.A.

Dalam sambutannya, Prof. Asnaini menegaskan bahwa RTM tidak boleh dipandang sebagai rapat rutin, tetapi harus menjadi forum strategis untuk mengambil kebijakan berdasarkan hasil AMI, survei, dan berbagai data mutu lainnya.

“RTM ini bukan rapat biasa, tetapi harus menjadi rapat yang luar biasa. Di dalamnya harus ada kebijakan lanjutan dari temuan-temuan AMI, survei, dan basis data mutu lainnya, terutama yang berkaitan dengan target kinerja yang belum tercapai,” ujar Prof. Asnaini.

Menurutnya, RTM harus mampu menghasilkan strategi pengembangan dan keberlanjutan kebijakan yang terukur. Karena itu, keterlibatan pimpinan, kepala pusat, UPT, serta perwakilan dosen dinilai penting agar setiap persoalan dapat dibahas secara komprehensif dan menghasilkan keputusan yang dapat ditindaklanjuti.

Prof. Asnaini juga memberikan sejumlah catatan untuk peningkatan pelaksanaan RTM dan kegiatan penjaminan mutu ke depan, terutama terkait koordinasi, kehadiran pihak-pihak yang memiliki kewenangan, serta penentuan waktu pelaksanaan kegiatan.

Ia mengingatkan kembali pentingnya komitmen terhadap pembagian waktu koordinasi yang telah disepakati di lingkungan UIN FAS Bengkulu. Menurutnya, hari Rabu telah diarahkan sebagai hari mutu agar pimpinan dan unsur terkait memiliki ruang yang cukup untuk melaksanakan koordinasi, termasuk agenda yang berkaitan dengan penjaminan mutu.

“Masalah waktu menjadi sangat penting. Kalau sudah ada komitmen awal, maka hari-hari yang telah ditetapkan untuk koordinasi dan kegiatan mutu harus dimanfaatkan dengan baik agar tidak mengganggu tugas pokok, terutama kegiatan pembelajaran,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prof. Asnaini menjelaskan bahwa RTM merupakan bagian dari siklus Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), khususnya dalam memastikan hasil evaluasi dapat dikendalikan dan ditindaklanjuti secara nyata.

Dalam forum tersebut, setiap temuan AMI diharapkan dapat dikaji kembali oleh unit terkait. Jika terdapat temuan yang belum relevan atau sudah diselesaikan, hal tersebut dapat dikonfirmasi. Sebaliknya, apabila terdapat persoalan penting yang belum tercatat dalam hasil audit, unit kerja juga dapat menyampaikannya untuk menjadi bahan tindak lanjut.

“Rapat ini harus menghasilkan penyelesaian. Ada masalah, ada solusi, ada pihak yang bertanggung jawab, serta ada koreksi dan rencana perbaikan yang jelas,” tegasnya.

Ia menambahkan, hasil RTM nantinya harus diarahkan pada perbaikan berkelanjutan dan mendukung pencapaian visi, misi, serta target kinerja UIN FAS Bengkulu. Setiap program dan kegiatan yang direncanakan, termasuk dalam penyusunan TOR tahun berikutnya, diharapkan memiliki keterkaitan yang jelas dengan kebutuhan peningkatan mutu dan hasil evaluasi sebelumnya.

“Jangan lagi kita mengajukan TOR yang tidak memiliki kaitan dengan visi, misi, maupun upaya perbaikan atas temuan LPM. Untuk tahun berikutnya, hal tersebut perlu dievaluasi agar setiap kegiatan benar-benar memberikan kontribusi terhadap peningkatan mutu institusi,” ungkapnya.

Prof. Asnaini juga mengapresiasi LPM dan seluruh tim yang telah melaksanakan RTM. Ia menilai kerja penjaminan mutu membutuhkan koordinasi dan komitmen dari seluruh unsur perguruan tinggi, bukan hanya menjadi tanggung jawab LPM.

“Intinya, kehadiran kita di sini merupakan bagian dari komitmen bersama terhadap mutu akademik UIN FAS Bengkulu. Mudah-mudahan melalui RTM ini kita dapat memperbaiki kekurangan dan tidak mengulangi kesalahan yang sama pada masa mendatang,” pungkasnya.